Computer File
Analisis dan desain struktur pelat beton lantai cendawan prategang pasca-tarik berdasarkan SNI-03-2847-2002
Beton prategang merupakan material yang saat ini mulai banyak digunakan pada suatu
konstruksi bangunan. Salah satu kelebihan pada struktur beton prategang adalah kemampuannya
yang cukup besar dalam menahan tarikan dan tekanan. Kemampuannya menahan tarikan
disebabkan oleh penggunaan material baja bermutu tinggi. Sedangkan kemampuannya menahan
tekanan disebabkan oleh penggunaan material beton bermutu tinggi. Untuk memanfaatkan
seluruh kekuatan baja mutu tinggi, diberikan gaya prategang pada baja. Baja yang diberi gaya
prategang dan diangkurkan ke beton akan menghasilkan regangan dan tegangan yang dapat
mereduksi atau mengbilangkan lendutan serta retak-retak pada beton. Untuk itulah, sistem
prategang menjadi sangat penting pada suatu struktur. Dengan sistem prategang, beban yang
berat dapat ditopang oleh komponen struk1ur yang lebih langsing dan panjang. Penerapan sistem
prategang pada pelat memungkinkan untuk membuat pelat menjadi lebih tipis dan bebas dari
balok. Dengan demikian, pada desain kekuatan yang sama, akan dihasilkan ketinggian
keseluruhan struktur yang lebih kecil dibandingkan bila menggunakan struktur beton bertulang.
Dalam skripsi ini akan diterapkan sistem prategang pada struktur pelat lantai. Sistem prategang
yang akan digunakan adalah prategang pasca-tarik dengan tendon terekat. Desain akan dilakukan
dengan bantuan program ADAPT. Dengan ADAPT, akan ditentukan jumlah dan gaya tendon,
serta jumlah tulangan non-prategang yang diperjukan.
Barcode | Tipe Koleksi | Nomor Panggil | Lokasi | Status | |
---|---|---|---|---|---|
skp15269 | DIG - FTS | Skripsi | STR SUR a/06 | Perpustakaan | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - Missing |
Tidak tersedia versi lain