Book's Detail
Peranan analisis biaya kualitas dalam meningkatkan laba PT. X

Pada era globalisasi saat ini, persaingan industri gelas kaca menjadi sangat ketat. Perusahaan tidak hanya bersaing dengan pesaing dari dalam negeri, tetapi juga pesaing dari luar negeri. Hal ini karena pada dasarnya gelas merupakan perlengkapan kebutuhan manusia yang tak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam menghadapi persaingan yang ketat ini, perusahaan dituntut untuk dapat menghasilkan produk yang berkualitas. Dalam penelitian ini, penulis mengkaji peranan analisis biaya kualitas dalam meningkatkan laba perusahaan.

Untuk dapat mencegah dan menemukan produk cacat, diperlukan aktivitas pengendalian kualitas. Pengendalian kualitas yang dilakukan akan menimbulkan biaya kualitas. Perusahaan perlu melakukan analisis biaya kualitas agar pengendalian kualitas yang telah dilakukan efektif dan efisien. Analisis biaya kualitas dapat membantu perusahaan dalam menentukan tindakan perbaikan apa yang diperlukan agar biaya kualitas menjadi optimal. Biaya kualitas merupakan salah satu komponen dari biaya produksi sehingga penurunan biaya kualitas akan berdampak pada menurunnya biaya produksi. Perbaikan kualitas juga akan meningkatkan produktivitas perusahaan. Efisiensi biaya produksi dan produktivitas yang meningkat akan meningkatkan laba perusahaan.

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitis yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data yang berhubungan dengan biaya kualitas, kemudian data tersebut digolongkan dan dianalisis. Data yang digunakan penulis dalam penelitian ini berupa data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara dengan pemilik dan kepala produksi tentang kegiatan pengendalian kualitas, dokumentasi, dan observasi proses produksi. Data sekunder diperoleh dari studi kepustakaan yang membahas tentang biaya kualitas. Objek penelitian adalah PT. X, perusahaan yang bergerak dalam industri gelas kaca.

Selama ini PT. X belum melakukan analisis biaya kualitas sehubungan dengan aktivitas pengendalian kualitas yang dilakukan. Berdasarkan analisis yang dilakukan penulis, kategori biaya kualitas yang paling besar adalah internal failure costs (38,54%) diikuti dengan appraisal costs (36,55%), prevention costs (21,24%), dan external failure costs (3,67%). Perusahaan sebaiknya melakukan analisis terhadap biaya kualitas yang timbul sehubungan dengan aktivitas pengendalian kualitas yang dilakukan. Dengan analisis biaya kualitas, perusahaan dapat mengetahui proporsi dari masing-masing kategori biaya kualitas. Perusahaan dapat mengarahkan pada kegiatan yang bersifat pencegahan karena semakin lama kecacatan ditemukan semakin besar pula biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan. Untuk mengidentifikasi jenis-jenis kecacatan yang paling sering terjadi dan penyebab terjadinya kecacatan, perusahaan dapat menggunakan alat bantu pengendalian proses produksi seperti diagram pareto dan diagram sebab akibat. Penulis menyarankan tindakan perbaikan seperti meningkatkan aktivitas pemeliharaan mesin, melakukan program evaluasi pemasok, memberikan bonus kepada karyawan, melakukan penataan ulang letak mesin, membungkus cup dengan bubble wrap.

Kata kunci: biaya kualitas, pengendalian kualitas, kualitas

Pernyataan Tanggungjawab Kevin Ronggo Nugroho
Pengarang Nugroho, Kevin Ronggo - Pengarang Utama
Purboyo, Arthur - Advisor
Edisi
No. Panggil AKUN NUG p/18
ISBN/ISSN
Subyek
Klasifikasi
Judul Seri
GMD Text
Bahasa Indonesia
Penerbit Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi - UNPAR
Tahun Terbit 2018
Tempat Terbit Bandung
Deskripsi Fisik xiv, 59 p. : il. ; 30 cm.
Info Detil Spesifik 22967 - FE
Lampiran Berkas
LOADING LIST...
Ketersediaan
LOADING LIST...
 

Visitor Counter
Visit Today
Pencarian