Book's Detail
Pembebanan biaya tidak langsung berdasarkan activity based costing system dalam menetapkan tarif sewa kamar di Hotel Kedaton, Bandung

Pada zaman ini persaingan di setiap industri semakin ketat karena adanya persaingan dari dalam negeri maupun luar negeri. Hal ini juga dirasakan oleh industri perhotelan yang semakin ketat. Maka dari itu service, quality, dan price menjadi salah satu patokan para konsumen dalam menentukan hotel yang hendak ditempati. Terutama dalam penentuan harga, karena apabila service dan quality sama – sama bagus maka konsumen akan memilih hotel dengan harga yang lebih murah, oleh sebab itu setiap hotel dituntut untuk menawarkan harga yang bersaing tetapi tidak merugikan hotel tersebut. Oleh sebab itu dibutuhkan penentuan harga pokok sewa kamar yang akurat dalam penetapan harga sewa kamar.

Dalam penentuan harga pokok dapat dilakukan dengan menggunakan dua pembebanan yaitu Traditional Costing System dan Activity Based Costing System. Pembebanan Traditional Costing System yang disebut juga Simple Costing System, membebankan biaya berdasarkan unit – level (volume based) saja dimana dengan menggunakan pembebanan seperti itu maka hasil yang diperoleh kurang akurat. Activity Based Costing System membebankan biaya tidak hanya berdasarkan unit level saja, karena membebankan biaya berdasarkan dasar alokasi yang sesuai dengan aktivitas yang digunakan cost object.

Dalam melakukan penelitan ini digunakan metode penelitian deskriptif analitis, dimana peneliti meminta data biaya yang terjadi pada tahun 2017 dan sistem yang digunakan oleh Hotel Kedaton dalam membebankan biaya tidak langsung terhadap masing- masing tipe kamar. Data yang sudah dikumpulkan kemudian diolah dan di analisis dengan menggunakan Activity Based Costing System. Hasil dari analisis tersebut dapat digunakan untuk menyampaikan kesimpulan dan saran kepada pihak Hotel Kedaton. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan penelitian kepustakaan. Hotel Kedaton merupakan hotel berbintang 3 yang sudah lama berdiri sejak tahun 1999, didirikan oleh PT. Ajea Catur eka Pratama.

Setelah dilakukan perhitungan terdapat perbedaan perhitungan harga pokok sewa kamar antara pihak Hotel Kedaton dan peneliti, karena ada biaya langsung yang tidak dimasukkan seperti biaya sandal dan biaya penyusutan perlengkapan kamar, dan pembebanan biaya tidak langsung yang diterapkan oleh Hotel Kedaton kurang tepat karena hanya membebankan biaya tidak langsung berdasarkan persentase pendapatan saja, dimana biaya – biaya tersebut tidak memiliki hubungan sebab akibat dengan presentase pendapatan, oleh karena itu Activity Based Costing System (ABC) lebih baik diterapkan dalam penentuan harga pokok sewa kamar karena membebankan biaya sesuai dengan aktivitas yang digunakan oleh cost object. Terdapat selisih perhitungan harga pokok sewa kamar, yaitu undercosted pada tipe kamar superior dan deluxe sebesar Rp. 40.380, dan Rp. 20.359, serta overcosted pada tipe kamar executive dan junior suite sebesar Rp. 3.904, dan Rp. 100.306. Setelah menetapkan harga pokok sewa kamar maka langkah selanjutnya penulis menetapkan harga jual menurut perhitungan ABC, dan diketahui ada perbedaan harga jual sewa kamar yang signifikan antara pihak Hotel Kedaton dan penulis, sehingga penulis memberikan alternatif, apabila membeli dengan langsung datang ke Hotel Kedaton diberikan fasilitas tambahan seperti karaoke gratis dan mendapatkan voucher makanan dan minuman.

Kata Kunci : Activity Based Costing System, Harga Pokok Sewa Kamar, Biaya Tidak Langsung

Pernyataan Tanggungjawab Edward Yapi
Pengarang Yapi, Edward - Pengarang Utama
Kosasih, Elsje - Advisor
Edisi
No. Panggil AKUN YAP p/18
ISBN/ISSN
Subyek
Klasifikasi
Judul Seri
GMD Text
Bahasa Indonesia
Penerbit Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi - UNPAR
Tahun Terbit 2018
Tempat Terbit Bandung
Deskripsi Fisik xvi, 84 p. : il. ; 30 cm.
Info Detil Spesifik 23145 - FE
Lampiran Berkas
LOADING LIST...
Ketersediaan
LOADING LIST...
 

Visitor Counter
Visit Today
Pencarian