Book's Detail
Perhitungan harga pokok produksi mesin RO berdasarkan job order costing dalam menentukan laba kotor per pesanan pada CV. Fujiro Yogyakarta

Penelitian ini dilakukan pada CV. FujiRO yang terletak di Jalan Rejawinangun No. 4A, Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa harga pokok produksi mesin RO tipe F40 dan F80 menurut perusahaan dan berdasarkan metode job order costing. Selain itu, untuk mengetahui apakah terdapat selisih dari perhitungan tersebut dan dampak dari perbedaan kedua metode perhitungan harga pokok produksi mesin tersebut. Serta untuk mengetahui perhitungan harga pokok produksi mesin RO berdasarkan job order costing pada CV. FujiRO Yogyakarta dalam menentukan laba kotor per pesanan. Dengan menghitung harga pokok produksi berdasarkan metode job order costing diharapkan dapat menentukan laba kotor per pesanan, dapat melakukan pengendalian biaya, sehingga perusahaan memperoleh biaya yang efisien.
Harga pokok produksi dihasilkan dengan cara menghitung biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik. Dalam menghitung biaya overhead pabrik perusahaan dapat menggunakan metode departemental rate. Perusahaan menggunakan job order costing system dalam menghitung harga pokok produksi untuk setiap produk pesanan berdasarkan konsumsi sumber daya yang sesungguhnya, sehingga pada akhirnya perusahaan dapat menentukan laba kotor per pesanan secara akurat untuk masing-masing produk.
Metode penelitian yang dilakukan oleh penulis dalam penelitian ini yaitu deskriptif analitis. Data diperoleh dengan cara wawancara, observasi, dan penelitian kepustakaan. Perusahaan yang menjadi unit analitis dalam penelitian ini adalah CV. FujiRO, yang bergerak di bidang penjernih air. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2017, dan penelitian difokuskan pada perhitungan harga pokok produksi untuk dua mesin RO. Dua mesin tersebut adalah mesin RO tipe F40 dan mesin RO tipe F80. Analisis data dilakukan dengan beberapa komponen, yakni mengumpulkan dan mengelompokkan biaya, menghitung harga produksi, dan membandingkan perhitungan harga pokok produksi menurut perusahaan dengan harga pokok produksi menurut metode job order costing.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa CV. FujiRO belum menerapkan job order costing system. Selain itu perhitungan harga pokok produksinya juga belum tepat karena perhitungan tarif biaya overhead pabrik ditentukan atas dasar perkiraan saja, pengelompokan biaya overhead pabrik juga belum tepat serta perhitungan elemen biaya overhead pabrik yang belum akurat. Oleh karena itu, penulis mengklasifikasikan kembali seluruh biaya-biaya yang terjadi dan menghitung seluruh biaya yang terjadi dalam proses pembuatan mesin RO dengan menggunakan job order costing systems. Hasil perhitungan, menunjukkan bahwa harga pokok produksi menurut perusahaan untuk mesin RO tipe F40 sebesar Rp. 5.609.760 per unit dan untuk mesin RO tipe F80 sebesar Rp. 8.862.193 per unit. Sedangkan harga pokok produksi menurut metode job order costing untuk mesin RO tipe F40 sebesar Rp. 5.103.883 per unit dan untuk mesin RO tipe F80 sebesar Rp. 8.031.167 per unit. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan terlalu besar membebankan biayanya sehingga penetapan harga jualnya menjadi terlalu tinggi. Sebaiknya perusahaan menggunakan job order costing dalam perhitungan harga pokok produksi per pesanan sehingga pembebanan biaya produksi bisa sesuai dengan sumber daya yang digunakan.
Kata Kunci : Harga Pokok Produksi, Job Order Costing, Biaya Bahan Baku, Biaya Tenaga Kerja Langsung , Biaya Overhead Pabrik

Pernyataan Tanggungjawab Brian Eugene Gani
Pengarang Gani, Brian Eugene - Pengarang Utama
Kosasih, Elsje - Advisor
Limijaya, Amelia - Ko-Advisor
Edisi
No. Panggil AKUN GAN p/18
ISBN/ISSN
Subyek
Klasifikasi
Judul Seri
GMD Text
Bahasa Indonesia
Penerbit Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi - UNPAR
Tahun Terbit 2018
Tempat Terbit Bandung
Deskripsi Fisik xii, 68 p. : il. ; 30 cm.
Info Detil Spesifik 23146 - FE
Lampiran Berkas
LOADING LIST...
Ketersediaan
LOADING LIST...
 

Visitor Counter
Visit Today
Pencarian