Book's Detail
Analisis perbandingan tingkat pengungkapan indikator GRI G4 umum kategori lingkungan pada laporan keberlanjutan di industri perbankan, industri pertambangan, dan industri lain-lain selama periode 2014-2016

Beberapa tahun terakhir, sebagian perusahaan di Indonesia mulai beralih pandangan dari yang
awalnya single bottom line yang hanya berfokus pada kinerja ekonomi saja menjadi Triple
Bottom Line (TBP) yaitu keseimbangan antara kinerja ekonomi/Profit, sosial/People, dan
lingkungan/Planet (3P). Perusahaan menyajikan informasi mengenai kinerja ekonomi, sosial,
dan lingkungan tersebut pada suatu laporan yang terpisah dari laporan tahunan (annual report)
perusahaan atau yang saat ini disebut laporan keberlanjutan (sustainability report). Melalui
laporan keberlanjutan, perusahaan dapat lebih transparan mengenai risiko dan peluang yang
dihadapi. GRI G4, yang diterbitkan oleh Global Reporting Initiative (GRI), menjadi pedoman
(standar) dalam penyusunan laporan keberlanjutan di Indonesia saat ini. Perusahaan di industri
perbankan, mulai tahun 2019, menjadi pelopor penyusun laporan keberlanjutan yang
diwajibkan sesuai dengan Peraturan OJK (POJK) tahun 2017 dan untuk perusahaan publik di
industri lain secara bertahap diwajibkan mulai tahun 2020.
Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode the accordance of
reporting untuk menilai kesesuaian laporan keberlanjutan perusahaan terhadap pedoman
penyusunan laporan keberlanjutan. Penilaian dapat dilakukan dengan perhitungan terhadap
jumlah indikator kategori lingkungan yang diungkapkan dalam laporan keberlanjutan,
kemudian dibagi dengan jumlah indikator yang seharusnya diungkapkan di dalam laporan
keberlanjutan dan dikali dengan 100%. Hasil dari perhitungan tersebut diklasifikasikan ke
dalam beberapa bagian yaitu not applied, limited disclose, partially applied, well applied, dan
fully applied. Objek penelitian yang digunakan adalah laporan keberlanjutan di industri
perbankan, industri pertambangan, dan industri lain – lain yang menjadi sampel dalam
penelitian ini. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi atas laporan
keberlanjutan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa industri pertambangan memiliki
tingkat pengungkapan yang paling tinggi yaitu sebesar 57% dan dapat diklasifikasikan ke
dalam partially applied. Industri lain – lain berada di urutan kedua dengan nilai 51% dan dapat
diklasifikasikan ke dalam partially applied. Dan industri perbankan memiliki tingkat
pengungkapan yang paling rendah yaitu sebesar 22% dan dapat diklasifikasikan ke dalam
limited disclose. Dari hasil penelitian, perusahaan disarankan untuk mengungkapkan secara
lengkap dan menyesuaikan indikator yang diungkapkan dengan indikator GRI G4 umum
kategori lingkungan. Untuk selanjutnya, perusahaan diharapkan dapat merujuk pada GRI
Standard dan GRI Sector sebagai pedoman penyusunan laporan keberlanjutan yang baru.
Kata kunci: Analisis Perbandingan, Laporan Keberlanjutan, Indikator GRI G4 Umum Kategori Lingkungan, Industri Perbankan, Industri Pertambangan, Industri Lain – Lain

Pernyataan Tanggungjawab Fahmi Majid
Pengarang Majid, Fahmi - Pengarang Utama
Permatasari, Paulina - Advisor
Edisi
No. Panggil AKUN MAJ a/18
ISBN/ISSN
Subyek
Klasifikasi
Judul Seri
GMD Text
Bahasa Indonesia
Penerbit Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi - UNPAR
Tahun Terbit 2018
Tempat Terbit Bandung
Deskripsi Fisik xvi, 148 p. : il. ; 30 cm.
Info Detil Spesifik 23191 - FE
Lampiran Berkas
LOADING LIST...
Ketersediaan
LOADING LIST...
 

Visitor Counter
Visit Today
Pencarian