Book's Detail
Analisis menggunakan Beneish M-Score Model untuk mendeteksi kecurangan laporan keuangan pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI

Saat ini, perkembangan ekonomi semakin pesat dan juga sering kali berfluktuatif. Pada tahun 2015, perekonomian di Indonesia untuk sektor pertambangan mengalami penurunan. Penurunan ini disebabkan karena terjadi penurunan permintaan bahan tambang di Cina yang pada akhirnya berdampak buruk bagi sektor pertambangan di dalam negeri. Keadaan seperti ini dapat menimbulkan tindakan kecurangan laporan keuangan yang dilakukan perusahaan agar kinerja perusahaan nampak baik meskipun sebenarnya sedang mengalami penurunan. Hal ini dapat mengakibatkan pengguna laporan keuangan salah mengambil keputusan dan mengalami kerugian. Kecurangan laporan keuangan harus diminimalisir agar tidak ada pihak yang dirugikan. Oleh karena itu, pendeteksian kecurangan laporan keuangan perlu dilakukan, salah satunya dengan menggunakan analisis rasio. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar persentase perusahaan pertambangan di Bursa Efek Indonesia yang terindikasi melakukan kecurangan laporan keuangan dengan menggunakan Beneish M-Score Model. Beneish M-Score Model menggunakan delapan rasio keuangan untuk mendeteksi kecurangan laporan keuangan. Rasio-rasio tersebut dihitung sesuai data yang ada dalam laporan keuangan tahunan perusahaan lalu dimasukkan ke dalam rumus Beneish M-Score. Jika hasil Beneish M-Score menunjukkan angka lebih besar dari -2,22, maka perusahaan tersebut terindikasi melakukan kecurangan laporan keuangan (manipulator), sedangkan jika hasilnya menunjukkan angka lebih kecil dari atau sama dengan -2,22, maka perusahaan tersebut terindikasi tidak melakukan kecurangan laporan keuangan (nonmanipulator). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif analitis. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan sampel sebanyak dua puluh perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2015-2017. Data yang digunakan dalam penelitian adalah data sekunder yang terdiri dari studi pustaka dan laporan keuangan yang dipublikasikan pada situs Bursa Efek Indonesia. Data yang sudah dikumpulkan dimasukkan ke dalam perhitungan rasio, lalu rasio yang telah dihitung dimasukkan ke dalam formula Beneish M-Score. Hasil perhitungan selanjutnya dianalisis mendalam. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada perusahaan yang terindikasi melakukan kecurangan laporan keuangan secara berturut-turut pada tahun 2015-2017. Pada tahun 2015, 40% perusahaan terindikasi sebagai manipulator. Peningkatan persentase perusahaan yang terindikasi sebagai manipulator terjadi pada tahun 2016. Pada tahun 2016, perusahaan yang terindikasi sebagai manipulator sebesar 60%, sedangkan pada tahun 2017 persentase menurun, menjadi sebesar 30%. Dari delapan rasio keuangan yang dipakai untuk menghitung Beneish M-Score, rasio Total Accruals to Total Assets (TATA) adalah rasio yang paling menjelaskan kemungkinan kecurangan laporan keuangan yang dilakukan oleh perusahaan manipulator. Bagi para investor dan kreditor, disarankan agar semakin berhati-hati dalam menggunakan informasi yang ada di laporan keuangan untuk mengambil keputusan. Bagi perusahaan diharapkan untuk tidak melakukan kecurangan laporan keuangan karena dapat merugikan berbagai pihak sebagai pengguna. Bagi peneliti berikutnya, diharapkan peneliti menambah sampel perusahaan dan juga menggunakan metode perhitungan pendukung yang lain agar penelitian lebih akurat.

Pernyataan Tanggungjawab Olivia Nathania
Pengarang Nathania, Olivia - Pengarang Utama
Elvira M., Sylvia Fettry - Advisor
Edisi
No. Panggil AKUN NAT a/18
ISBN/ISSN
Subyek
Klasifikasi
Judul Seri
GMD Text
Bahasa Indonesia
Penerbit Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi - UNPAR
Tahun Terbit 2018
Tempat Terbit Bandung
Deskripsi Fisik xv, 91 p. : il. ; 30 cm.
Info Detil Spesifik 23218 - FE
Lampiran Berkas
LOADING LIST...
Ketersediaan
LOADING LIST...
 

Visitor Counter
Visit Today
Pencarian